KBRI Tunis gelar program “Academic Mindset” untuk mahasiswa Indonesia

KBRI Tunis gelar program "Academic Mindset" untuk mahasiswa Indonesia

Kedutaan Besar RI di Tunis menggelar program “Academic Mindset” untuk para mahasiswa Indonesia, yang sedang belajar di Universitas Zaitunah di Tunisia pada Minggu (24/4/2022). ANTARA/HO-KBRI Tunis.

Saya sendiri senang karena para mahasiswa sangat antusias, dan dampaknya pun luar biasa.

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar RI di Tunis menggelar program Academic Mindset untuk para mahasiswa Indonesia, yang sedang belajar di Universitas Zaitunah di Tunisia, sebagai jalan menjadi cendekiawan dan ulama.

Kegiatan program itu yang berlangsung pada Minggu (24/4) dipandu langsung oleh Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, menurut keterangan KBRI Tunis yang diterima di Jakarta, Senin.

“Sejak di Indonesia, saya kerap menyelenggarakan pelatihan Academic Mindset: Jalan Menjadi Cendekiawan, yaitu program yang secara khusus mendorong mahasiswa untuk menumbuhkan budaya membaca, budaya menulis, dan budaya kreatif,” ujar Dubes Zuhairi.

“Alhamdulillah, ketika program ini ditawarkan kepada para mahasiswa kita di Tunis, mendapatkan respons yang luar biasa. Akhirnya digelar sejak saya tiba di KBRI Tunis hingga sekarang ini,” lanjutnya.

Menurut keterangan KBRI Tunis, kegiatan tersebut sudah digelar sejak Februari 2022 dan masih berlangsung hingga sekarang ini. Setiap angkatan dari kegiatan program itu terdiri dari 25 orang, dan digelar dalam lima kali pertemuan di ruang Nusantara KBRI Tunis.

“Saya sendiri senang karena para mahasiswa sangat antusias, dan dampaknya pun luar biasa. Mereka sekarang mempunyai minat baca dan menulis yang tinggi. Bahkan, tulisan-tulisan mereka sekarang sudah mulai memenuhi media nasional,” ujar Dubes Zuhairi.

Dia menambahkan, kegiatan itu rencananya akan terus berlangsung hingga sebagian besar mahasiswa Indonesia di Tunisia mempunyai cukup bekal sebelum pulang dan mengabdi di Tanah Air.

“Sebagai Dubes RI untuk Tunisia, saya mempunyai tugas untuk melakukan perlindungan WNI, tetapi saya juga ingin melakukan pemberdayaan WNI, yaitu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas WNI kita di Tunisia yang sebagian besar adalah mahasiswa,” katanya.

Updated: September 7, 2022 — 2:06 am

The Author